Perayaan Ulang Tahun Gandjel Rel Yang Keempat Di Resto Pringsewu

Assalamu’alaikum…

Alhamdulillaah di hari Sabtu 23 Februari 2019, setelah sekian lama tidak pernah menampakkan diri, akhirnya saya bisa ikut acara Komunitas Gandjel Rel. Rasanya happy banget, bisa kembali bertemu teman-teman Gandjel Rel yang selalu nyenengin. Oya, acara yang saya hadiri ini bukan sembarang acara lho. Karena pada kesempatan kali itu, Gandjel Rel benar-benar punya gawe. Yes, tepat di tanggal 22 Februari 2019 Gandjel Rel berusia 4 tahun! Alhamdulillaah.. Luar biasa bahagia yang saya rasakan, karena teringat waktu dulu bergabung di komunitas ini tahun lalu, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ketiga. Dan tahun ini Alhamdulillaah bisa kembali ikut merasakan kebahagiaan di acaranya.

Sekitar pukul 9.30 saya sampai di tempat diadakannya acara, yaitu Resto Pringsewu, di daerah Kota Lama, Semarang. Sampai di sana sudah banyak sekali teman-teman yang datang. Kebanyakan sedeang bercengkerama sambil menikmati snack yang dihidangkan oleh pihak Resto. Saat sampai di pintu masuk, saya sudah bertemu dengan mbak Dian Nafi, kemudian bersalaman dan ngobrol sebentar dengan mbak Hartari juga mbak Winda. Selanjutnya saya segera mencari tempat duduk yang kosong agar nanti dapat menikmati acara dengan nyaman.

Acara ulang thaun Gandjel Rel diawali dengan pembukaan oleh MC yang sangat kocak, yaitu mbak Hartari. Suasana benar-benar hidup dan kita bisa ketawa-ketawa dengan pembawaan mbak Hartari yang seru. Oya, saya lupa menyampaikan, kalau acara ini tidak hanya sekedar perayaan saja. Seperti biasa, selalu ada ilmu yang dapat saya serap dari tiap acara yang diadakan Gandjel Rel. Maka di acara ultahnya ini, ada Mas Agus atau yang biasa disapa Gus Mus yang akan berbagi tips dan trik dalam dunia penulisan blog.

Setelah acara dibuka, Mbak Rahmi selaku ketua Komunitas Gadjel Rel menyampaikan beberapa patah kata. Terlihat dari setiap kata yang mbak Rahmi ucapkan, ada aura kebahagiaan karena Gandjel Rel bisa sampai dengan saat ini dengan anggota yang cukup banyak, yang selalu kompak dan silaturrahim yang selalu terjalin. Sedikit cerita, dulu di awal pendirian Gandjel Rel, pernah ada yang menyangka kalau Komunitas Gandjel Rel ini adalah komunitas penyuka roti Gandjel Rel. Hihihi.. Ya maklum saja, karena Gandjel Rel ini memang terinspirasi dari roti Gandjel Rel yang rasanya manis, seperti para anggotanya. Hehehe

Sesi berikutnya adalah sesi yang tidak boleh dilewatkan. Saatnya menyerap ilmu yang ”daging” banget dari Mas Agus Mulyadi, seorang blogger yang tulisannya selalu menarik dan membuat pembacanya terhibur. Sudah sejak lama, saya dan suami sering membicarakan tulisan-tulisan beliau ini. Dan Alhamdulillaah lewat Gandjel Rel saya bisa bertatap muka langsung dengan Gusmus.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Agus berbagi cerita tentang dunia kepenulisan. Dia menceritakan bahwa tulisan-tulisan yang kita buat bisa bersumber dari apa yang ada di sekitar kita. Misalnya saat kita melihat tulisan-tulisan di bak truk atau kejadian-kejadian unik yang kita lihat. Hal tersebutlah yang bisa kita angkat menjadi tema tulisan kita. Tulis apa yang ada di sekitar kita dan sebisa kita. Dan tentunya jangan lupa, berikan ciri khas di setiap tulisan yang kita buat. Agar pembaca mengetahui bahwa tulisan tersebut adalah kita yang menulis, walaupun tanpa kita sebutkan nama kita di sana.

Tak meriah bila suatu acara ulang tahun tak ada hadiah. Dan Alhamdulillaah di acara ultah Gandjel Rel yang keempat ini hadiahnya banyaaak banget. Nah, sebelum diadakannya acara perayaan ini, selama satu bulan yang lalu, ada pekan blog dan video challange yang diadakan. Setiap pekannya ada 1 pemenang yang terpilih dan berhak mendapatkan hadiah. Mereka inilah pemenang blog dan video challenge di ultah Gandjel Rel. Eh, juga ada pemenang live twit dan IG Story serta keterlibatan PJ yang ikut mensukseskan acara.

Di akhir acara, si tumpeng nasi kuning akhirnya muncul. Disambut dengan tepuk tangan meriah dan serbuan para anggota yang ingin melihat pemotongan tumpeng, menjadikan acara potong tumpeng ini terasa haru. Semua ingin melihat, ingin mendoakan yang terbaik untuk Gandjel Rel. Diwakili oleh salah satu founder GR, yaitu mbak Uniek, potongan tumpeng pun diberikan kepada Mas Agus, selaku bintang tamu hari itu. Kemudian setelahnya para anggota bisa ikut mencicipi hidangan nasi tumpeng juga hidangan makan siang yang telah disediakan oleh Resto Pringsewu.

Resto Pringsewu dan Gaya Etniknya

Seperti yang sudah saya tulis di atas, kalau acara ultah GR kali ini diadakan di resto Pringsewu, yang berlokasi di Kota Lama. Resto yang sudah banyak dikenal orang ini, mengusung tema vintage dengan bangunannya yang sangat artistik di salah satu bangunan di Kota Lama, milik Raja Gula Oei Tiong Ham. Bangunan ini mempunyai ciri khas dengan banyaknya jendela dan pintu-pintu yang besar. Tak lupa, di dalamnya juga ada ruangan brankas milik Oei Tiong Ham, di mana brankas tersebut terbuat dari besi dan besar.

Selain menyuguhkan suasana yang oriental, Resto Pringsewu ini juga memiliki ruang khusus yang dapat digunakan untuk acara rapat. Dengan minimal 15 orang, kita sudah bisa menyewa tempat rapat dengan fasilitas ruang ber-AC, LCD juga snack dan makan siang.

Yang terbaru dari Resto Pringsewu adalah adanya fasilitas free wifi di teras Oei Tiong Ham, yang bisa kita nikmati di sore atau malam hari. Teras di Resto Pringsewu ini juga tak kalah cantik lho. Penempatan kursi dan meja serta aksen lampu malam, menambah kesan etnik.

Menjelang pukul 13,00 acara perayaan ultah Gandjel Rel selesai. Super bahagai saya rasakan. Ketemu teman, ngobrol banyak, makan enak, plus foto-foto bersama. Semoga di perayaan sewlanjutnya saya bisa ikut lagi deh. Dan semoga Gandjel Rel makin jaya, makin sukses.

Wassalamu’alaikum…

Leave a Reply